PER, Simple but Powerful

Ada banyak rasio keuangan yang sering dibahas baik di buku atau artikel lainnya, tapi ada satu rasio yang cukup sering digunakan di kalangan praktisi pasar modal yaitu price to earning ratio atau PER, bahkan rasio ini muncul setiap hari di koran yang memuat indikator harga saham. Apabila anda ingin mengetahui berapa nilai PER suatu saham, maka anda tidak perlu repot menghitungnya, tapi cukup mencari di salah satu koran yang memuat harga saham maka anda pun sudah bisa mendapatkan nilai PER saham yang dicari, sekaligus membandingkan nilai PER saham dari perusahaan sejenisnya.

Secara sederhana PER merupakan perbandingan antara harga saham dengan laba bersih per saham (earning per share), jadi kita dapat membandingkan suatu harga saham dengan kemampuannya menghasilkan laba, semakin besar nilai PER berarti semakin besar harga saham tersebut dibandingkan kemampuannya menghasilkan laba, artinya harga saham tersebut cukup mahal. Sebagai contoh saham ABC memiliki nilai PER 10 kali (penulisan nilai PER biasanya adalah 10x), maka harga saham tersebut memiliki nilai 10 kali terhadap labanya, bandingkan dengan saham XYZ yang memiliki nilai PER 5 kali, maka saham tersebut dihargai 5 kali terhadap labanya, tentunya saham XYZ dapat dikatakan lebih murah dari saham ABC.

Contoh lainnya yang lebih practical, ada dua saham yaitu saham A diperdagangkan dengan harga Rp100 dengan nilai PER 20x, kemudian saham B dengan harga Rp5000 dengan nilai PER 5x. selintas sepertinya saham A diperdagangkan lebih murah dari saham B (Rp100 vs Rp5000), tapi andaikan kedua saham tersebut membagikan seluruh labanya kepada pemegang saham, maka pemegang saham A akan mendapatkan Rp5 (PER = Harga Saham / Laba per saham, maka 20 = 100 / 5), sedangkan pemegang saham B mendapatkan Rp1000 (perhitungannya, 5 = 5000 / 1000).

Secara persentase pemegang saham A mendapatkan profit 5%, sedangkan pemegang saham B akan mendapatkan profit 20%, maka dapat dikatakan saham B lebih murah dari saham A karena menghasilkan profit yang lebih besar bila dibandingkan dengan dana yang diinvestasikan pada saham tersebut.

Nah, untuk mencari saham murah anda dapat mengkombinasikan antara rasio PER dengan rasio lainnya seperti PBV (price to book value) dan sebagainya, selain itu tentu saja anda perlu memperhatikan faktor fundamental lainnya seperti prospek perusahaan, agar saham yang anda pilih dapat terus berkembang.

Selamat berinvestasi.

Salam Finansia,
Mulyono Putro, RFA
Perencana Keuangan
Finansia Consulting

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: