Mengungguli Return Pasar

Pada saat berinvestasi di bursa, salah satu tujuan yang ingin diraih adalah menghasilkan imbal hasil (return) yang tinggi. Imbal hasil tersebut sedapat mungkin sama atau bahkan lebih tinggi dari imbal hasil pasar yang diwakili oleh Indeks Harga saham Gabungan (IHSG). Untuk menghasilkan imbal hasil yang sama dengan pasar dapat dilakukan dengan cara membeli seluruh saham yang ada dibursa, namun cara ini memerlukan dana yang besar, sehingga dibutuhkan cara yang lebih terjangkau untuk dapat memiliki imbal hasil tersebut yaitu dengan memilih indeks saham lainnya yang terdapat di bursa.

Berdasarkan Buku Panduan Indeks Harga Saham Bursa Efek Indonesia (Bursa Efek Indonesia, 2010), saat ini Bursa Efek Indonesia memiliki 11 jenis indeks saham yaitu: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Indeks Sektoral, Indeks LQ45, Jakarta Islamic Index (JII), Indeks Kompas100, Indeks BISNIS-27, Indeks PEFINDO25, Indeks SRI-KEHATI, Indeks Papan Utama, Indeks Papan Pengembangan, dan Indeks Harga Saham Individual (IHSI). Perbedaan utama masing-masing indeks saham tersebut adalah jumlah emiten dan nilai dasar yang digunakan untuk penghitungan indeks, sebagai contoh untuk Indeks Kompas100 menggunakan 100 emiten untuk perhitungan indeks sedangkan Indeks PEFINDO25 menggunakan 25 emiten untuk perhitungan Indeks.

Penelitian yang dilakukan Mulyono (2015) mengenai korelasi imbal hasil indeks – indeks saham yang terdapat pada Bursa Efek Indonesia terhadap IHSG, menggunakan data indeks saham periode tahun 2010 sampai dengan bulan Juni 2012, menghasilkan kesimpulan sebagai berikut:

No. Keterangan Nilai Korelasi Hubungan
1 Return Indeks Kompas100 0,949 Korelasi sangat kuat
2 Return Indeks LQ45 0,918 Korelasi sangat kuat
3 Return Indeks BISNIS-27 0,876 Korelasi sangat kuat
4 Return Indeks SRI KEHATI 0,848 Korelasi sangat kuat
5 Return Indeks JII 0,820 Korelasi sangat kuat
6 Return Indeks PEFINDO25 0,452 Korelasi cukup kuat

Sumber : Mulyono (2015)

Sesuai dengan data yang disajikan pada tabel, dapat terlihat bahwa imbal hasil dari Indeks Kompas100 memiliki korelasi sangat kuat terhadap imbal hasil IHSG, sehingga investor dapat memilih alternatif membeli saham – saham yang terdapat pada indeks Kompas100 untuk mendapatkan imbal hasil yang dapat mendekati imbal hasil IHSG, pilihan lainnya investor dapat pula berinvestasi pada saham yang termasuk dalam Indeks LQ45 yang juga memiliki korelasi sangat kuat.

Dengan demikian kita sebagai investor memiliki alternatif yang lebih terjangkau untuk mendapat imbal hasil yang dapat menyamai imbal hasil pasar, yaitu dengan memilih berinvestasi pada saham yang terdapat pada indeks saham tertentu.

Referensi:

  1. Bursa Efek Indonesia, 2010, Buku Panduan Indeks Harga Saham Bursa Efek Indonesia.
  2. Mulyono, 2015, Analisa Korelasi Return Indeks – Indeks Saham Terhadap Indeks Harga Saham Gabungan Pada Bursa Efek Indonesia, Binus Business Review, Vol.6 No.2 Agustus 2015, hal.330-339.
  3. idx.co.id

Salam Finansia,

Mulyono, RFA
Financial Planner
Finansia Consulting

mulyonoputro@gmail.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: